June 09, 2009

Waktu...

Ilmuwan terbesar abad ini, Albert Einstein, mengatakan bahwa waktu itu relatif. Bila kita sedang bersama kekasih, satu jam serasa satu detik. Sebaliknya, jika kita sedang memegang bara api, satu detik serasa satu jam. Intinya, waktu serasa begitu singkat bila kita menikmatinya, dan terasa sangat lama jika kita tidak menikmatinya.

Fenomena ini mungkin juga terasa bila kita dipenjara. Banyak narapidana yang merasakan waktu begitu lama. Sehari dipenjara serasa setahun di luar penjara. Menunggu waktu kebebasan yang tidak kunjung datang bahkan bisa membuat mereka stress dan tertekan jiwanya. Waktu memang bisa terasa sangat lama jika kita menunggu-nunggu sesuatu. Sepertinya, setelah dipenjaralah kita bisa memahami betul apa arti waktu dan bisa menghargai kebebasan waktu yang selama ini kita dapatkan.

Saya pribadi, akhir-akhir ini merasakan waktu begitu cepatnya berlangsung. Tanpa terasa, tahun 2009 ini sudah hampir separuh kita jalani. Begitu cepat. Padahal, seperti baru kemarin saya merayakan tahun baru 2009. Apakah ini tandanya saya menikmati hidup saya sehingga waktu terasa cepat berlalu?

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga merasakan hal yang sama dengan saya? Apa pun yang Anda rasakan, itu tidak menjadi masalah, karena waktu memang relatif. Yang penting sekarang ini adalah bagaimana kita bisa menghargai waktu yang sudah semesta berikan kepada kita.

Bagi saya, anugerah terbesar yang saya terima, selain cinta dan kasih sayang, bukanlah uang yang melimpah, kekayaan tanpa batas, kedudukan tinggi, karir yang hebat, tetapi WAKTU yang saya nikmati sampai saat ini. Pemberian yang satu ini tidak hanya harus dihargai tetapi juga harus digunakan sebaik-baiknya.

Bila Anda seorang orang tua, dan Anda memberikan hadiah mainan kepada anak Anda. Tetapi kemudian anak Anda malah membuang mainan tersebut. Apa yang Anda rasakan? Sakit hati, bukan? Atau, mungkin Anda marah? Itu adalah suatu hal yang wajar. Setiap orang tua pasti sakit hati dan marah bila melihat anaknya tidak menghargai pemberiannya. Apalagi jika pemberian itu didapatkan dari hasil kerja keras siang-malam demi anak tercinta.

Hal inilah yang membuat saya juga sangat berusaha untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Saya tidak ingin semesta marah karena melihat pemberiannya yang sangat berharga, yaitu WAKTU, saya buang dan saya sia-siakan. Saya tidak ingin semesta mengambil lagi waktu yang sudah diberikan kepada saya. Saya ingin membuktikan bahwa saya adalah anak yang berbakti dan layak diberi kesempatan untuk menggunakan waktu yang sudah diberikan untuk kebaikan saya dan kebaikan orang-orang di sekililing saya.

Segalanya bisa saya dapatkan kembali. Kecuali, waktu.

No comments: