April 28, 2016

Preview Film: Captain America: Civil War (2016)


United we stand, divided we fall. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Itulah tagline dari seri ketiga (kabarnya bakal menjadi seri terakhir) dari Captain America yang berjudul Civil War. Para moviemania, khususnya Marvelmania, di Indonesia cukup beruntung karena sudah bisa menikmati salah satu film andalan Marvel Studios ini pada tanggal 27 April 2016. Sepuluh hari lebih cepat daripada di negeri asalnya, Amerika Serikat.

Selain menjadi seri ketiga dari Captain America, setelah The First Avenger (2011) dan Winter Soldier (2014), Civil War disebut oleh Anthony Mackie, sang pemeran Falcon, sebagai seri ke-2,5 dari The Avengers. Namun, dua sutradara, Joe dan Anthony Russo bersaudara, membantahnya. Mereka menegaskan film ini bukan sekuel dari The Avengers. Topik utamanya tetap berpusat pada sosok Captain America.

Joe Russo menyatakan, meski ceritanya merupakan lanjutan dari Age of Ultron (2015), Civil War ini adalah pengantar bagi Avengers: Infinity War Part I (2018) dan Part II (2019). Maka dari itu, sebenarnya tak salah jika ada yang bilang Captain America: Civil War ini ingin menyaingi Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) yang bisa disebut sebagai sekuel dari Man of Steel (2013) dan ceritanya merupakan prekuel dari Justice League. Yang rencananya juga bakal dipecah menjadi dua film.

Bedanya, jika Dawn of Justice hanya melibatkan Batman dan Superman (plus Wonder Woman) sebagai pihak yang bertikai, Civil War menampilkan seabrek superhero. Kecuali Hulk, Thor, dan Doctor Strange, nyaris seluruh jagoan Marvel tumplek-blek di film yang diproduseri oleh Kevin Feige ini. Bahkan, Black Panther dan Spider-Man versi Tom Holland juga muncul perdana sebelum tampil solo di film masing-masing. Daredevil pun dulu sempat dikabarkan nyaris bergabung.

Oleh karena itu, Civil War dijamin bakal lebih rame daripada Dawn of Justice. Berbagai superhero dari Marvel Cinematic Universe itu akan terbagi dalam dua kubu yang saling berhadapan, yaitu #TeamCap dan #TeamIronMan. Steve Rogers (Chris Evans) dan Tony Stark (Robert Downey Jr.) menjadi figur sentral yang memimpin masing-masing faksi yang membelah para jagoan tersebut.

Perpecahan yang terjadi merupakan imbas dari pertempuran di film Avengers: Age of Ultron. Pertikaian para makhluk dengan kekuatan super telah membuat dunia menjadi kacau. Banyak penduduk sipil yang tewas akibat aksi mereka. Persis seperti Superman yang menghancurkan Metropolis kala bertarung dengan General Zod di Man of Steel.

Alhasil, Perserikatan Bangsa-Bangsa menghujat aksi para pahlawan super yang tanpa aturan itu. Pemerintah Amerika Serikat kemudian berencana membuat undang-undang untuk mengontrol para superhuman. Agar mereka bersedia untuk diatur dan tidak boleh bebas semaunya sendiri seperti sebelumnya.

Di sinilah bibit perselisihan itu terjadi. Tony Stark cenderung untuk menyetujui kebijakan tersebut. Para superhero memang harus diawasi agar tidak bisa bertindak seenaknya. Di lain pihak, Steve Rogers memiliki pendapat yang berbeda. Mungkin hal itu disebabkan oleh keinginannya untuk menyelamatkan Bucky Barnes alias Winter Soldier (Sebastian Stan).

Seperti yang diceritakan di dua film Captain America sebelumnya, Bucky adalah sahabat karib Steve sejak kecil. Bahkan, kedekatan mereka sudah seperti saudara. Namun, keduanya terpisah saat Perang Dunia II dan lantas bertemu kembali puluhan tahun kemudian dalam pihak yang bermusuhan. Bucky mengalami amnesia dan dicuci otak oleh Hydra untuk menjadikannya sebagai Winter Soldier.

Jika Steve tunduk pada pemerintah, dia bakal melihat Bucky dihukum karena dianggap bersalah sebagai mantan antek Hydra. Di sinilah hati nurani mengambil alih logika. Demi sobatnya tersebut, Captain America akhirnya rela menjadi musuh negara dan menjadi buruan #TeamIronMan yang selama ini menjadi rekan-rekannya.

Meski demikian, Steve tidak berdua saja dengan Bucky. Dalam trailer yang dirilis pada bulan Maret yang lalu, terungkap bahwa Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), Hawkeye (Jeremy Renner), Ant-Man (Paul Rudd), dan Falcon (Anthony Mackie) membantu mereka dengan Redwing-nya. Di versi komik, Redwing milik Falcon adalah seekor elang. Namun, di versi film ditampilkan sebagai sebuah drone yang canggih.

#TeamCap tersebut bakal head-to-head dengan #TeamIronMan yang dipimpin oleh Tony Stark yang beranggotakan Black Widow (Scarlett Johansson), Black Panther (Chadwick Boseman), Vision (Paul Bettany), dan tentu saja War Machine (Don Cheadle) yang merupakan sobat karib Iron Man.

Yang mengejutkan di sini adalah bergabungnya Natasha Romanoff alias Black Widow dengan Tony Stark. Di film sebelumnya, Natasha terlihat dekat dengan Steve Rogers. Namun, hati Steve yang masih belum bisa move-on dari Peggy Carter tampaknya membuat Natasha baper dan memilih untuk melawannya. Just kidding. Ini hanya sekadar asumsi. Hehehe..

Oh, iya. Satu hal lagi, di Captain America: Civil War ini, masih belum begitu jelas siapa tokoh jahat yang bakal memanfaatkan pertikaian antara #TeamCap v #TeamIronMan. Berbeda dengan Batman v Superman: Dawn of Justice yang sejak awal sudah gembar-gembor bahwa Lex Luthor (Jesse Eisenberg) bakal muncul. Selain itu, di trailer juga tampak jelas sosok monster mirip Doomsday. Sehingga para penggemar komik tentunya sedikit banyak sudah bisa menerka seperti apa ending film DC Extended Universe andalan Warner Bros. tersebut.

Jika melihat daftar cast Captain America: Civil War, ada nama Daniel Bruehl yang akan menjadi Baron Helmut Zemo. Hanya saja, karakter antagonis dengan topeng khas berwarna ungu ini tidak diceritakan secara detail. Sutradara Joe Russo sengaja menghilangkan beberapa adegan Baron Zemo agar cerita Civil War ini tidak terlalu panjang dan kompleks. Saat ini saja, setelah melewati proses editing, durasinya sudah mencapai 147 menit.

Yang juga menjadi korban pemotongan adalah Ray Sahetapy. Aktor senior asal Indonesia itu sebenarnya memerankan sosok villain Auctioneer dan sudah menjalani prose syuting. Namun, semua adegan mantan suami Dewi Yul ini akhirnya dihapus. Meski demikian, Joe Russo menyatakan bintang The Raid tersebut memiliki talenta yang hebat dan berpeluang muncul di film-film Marvel selanjutnya.

Selain Daniel Bruehl, juga ada Frank Grillo yang memerankan Brock Rumlow, mantan komandan tim STRIKE yang di film sebelumnya mengeroyok Captain America di dalam elevator. Rumlow ini ternyata adalah agen Hydra dengan julukan Crossbones yang menyusup ke dalam SHIELD. Di versi komik, Crossbones adalah musuh yang menghabisi Captain America. Seperti halnya Doomsday yang membunuh Superman. Apakah di versi film nasib Steve Rogers juga bakal berakhir?

Di samping para villain, satu lagi karakter yang tidak boleh dilupakan adalah Sharon Carter alias Agent 13. Keponakan Peggy Carter ini sudah tampil di film Winter Soldier dan diperankan oleh Emily VanCamp. Di versi komik, dia berpacaran dengan Steve Rogers. Crossbones yang bekerja sama dengan Doctor Faustus (tidak ada tanda-tanda bakal muncul di film) kemudian menghipnotisnya untuk menembak Captain America hingga tewas. Apakah ending-nya di film juga bakal sama?

Berbicara mengenai karakter yang tewas, jika melihat trailer-nya, ada scene yang menunjukkan James Rhodes alias War Machine ditembak jatuh oleh Winter Soldier. Iron Man kemudian datang membantu dan membuka topeng sahabatnya itu. Namun, Rhodey tidak bergerak. Darah mengucur dari mukanya. Tamatkah riwayat si War Machine?

Jika War Machine benar-benar mati, Iron Man bakal sangat dendam pada Winter Soldier, yang merupakan sobat Captain America. Kemungkinan, di sinilah perselisihan itu mencapai klimaks. Jadi, bukan hanya perbedaan sudut pandang yang membuat kedua superhero itu terpecah. Namun, juga masalah pribadi. Membela masing-masing teman.

Robert Downey Jr. sendiri menyatakan konflik antara Captain America melawan Iron Man ini memang kompleks. Melibatkan emosi dari masing-masing karakter superhero. Sementara itu, soal siapa yang benar dan siapa yang salah, Joe Russo menyerahkan pada para penonton untuk menilai. Setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda.

Yang pasti, memang sulit untuk menebak seperti apa ending dari Civil War. Untuk menghindari spoiler, para kritikus yang menonton premier di Dolby Theatre (12/04) maupun screening terbatas di CinemaCon (13/04) juga dilarang untuk mengulas plot cerita hingga karya rilisan Walt Disney Studios ini tayang secara global pada 6 Mei 2016 nanti. Maka dari itu, siap-siap saja untuk mendapat kejutan tak terduga di akhir film.

Namun, berdasarkan bocoran di beberapa situs review, sejauh ini Captain America: Civil War mendapat rating yang positif. Berbeda dengan Batman v Superman: Dawn of Justice yang dinilai negatif oleh para kritikus. Para pengamat yang sudah menonton mayoritas memberi acungan jempol dan menyatakan film berbujet ratusan juta dollar ini adalah film terbaik dari Marvel Cinematic Universe.

Adegan laganya mendebarkan dan brutal ala The Raid-nya Gareth Evans. Penggabungan para karakternya juga lebih apik daripada The Avengers maupun Age of Ultron. Ceritanya lebih mendalam serta mengeksplorasi makna persahabatan dan persaudaraan. Serius, tapi tetap fun. Pokoknya, Captain America: Civil War ini bakal memuaskan dan menghibur para penonton. Demikian menurut mereka.

***

Captain America: Civil War

Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Produser: Kevin Feige
Penulis Skenario: Christopher Markus, Stephen McFeely
Diadaptasi dari: Captain America by Joe Simon, Jack Kirby
Pemain: Chris Evans, Robert Downey, Jr., Scarlett Johansson, Sebastian Stan, Anthony Mackie, Don Cheadle, Jeremy Renner, Chadwick Boseman, Paul Bettany, Elizabeth Olsen, Paul Rudd, Emily VanCamp, Tom Holland, Frank Grillo, William Hurt, Daniel Brühl
Musik: Henry Jackman
Sinematografi: Trent Opaloch
Penyunting: Jeffrey Ford, Matthew Schmidt
Produksi: Marvel Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 147 menit
Rilis: 12 April 2016 (Dolby Theatre), 27 April 2016 (Indonesia), 6 Mei 2016 (Amerika Utara)

Ratings

IMDb: 8,3
Rotten Tomatoes: 8,2
Metacritic: 8,5



Filmania

Mulai hari ini, blog ini aktif lagi dan mengubah tema menjadi "Filmania" yang akan mengupas berbagai film blockbuster Hollywood.

- Edwin Dianto -

November 24, 2009

My New Blog

Hey, guys.

Visit my new blog: edwindianto.wordpress.com

Smell you later!

September 23, 2009

Janji Joko

Joko Anwar, sutradara film terkenal, kemarin sempat membuat heboh dunia maya, khususnya di situs microblogging Twitter. Berawal dari sebuah tweet-nya, yang saya sendiri tidak tahu hanya iseng atau memang serius, sutradara film “Janji Joni” dan “Pintu Terlarang” ini harus melakukan sebuah tindakan yang tergolong fenomenal untuk ukuran Indonesia, yaitu telanjang bulat di sebuah minimarket terkenal.

Tweet (semacam status kalau di Facebook) yang memancing kehebohan itu adalah: "If I got my 3000th follower today, I'll go into a Circle K naked," yang diposting di account twitter-nya pada hari Selasa (22/9/2009), sekitar pukul 14.00 WIB. Tanpa dinyana sebelumnya, ternyata tweet (iseng?) tersebut direspon oleh seluruh twitterer di Indonesia. Dalam tempo kurang dari sejam, jumlah “pengikut” Joko Anwar sudah menembus angka 3.000 orang lebih. Ini berarti dia harus menepati janjinya. Yap, janji adalah janji, Mas Joko!

Sempat diragukan keberaniannya, Joko Anwar, usia 33 tahun, memang menunjukkan bahwa dirinya pria sejati. Apalagi, jumlah followernya yang terus bertambah (sampai tengah malam sudah mencapai 12.000 orang lebih), memaksa Joko Anwar membuktikan omongannya. Tampaknya, film “Janji Joni” harus berubah title menjadi “Janji Joko” kemarin malam.

Sekitar pukul sembilan malam, tim sukses “Janji Joko” mulai bergerak mencari Circle K yang “nyaman” untuk melakukan aksi pemenuhan janji tersebut. Akhirnya, setelah beberapa jam muter-muter, dipilihlah Circle K di daerah Bintaro, Jakarta, sebagai TKP “Janji Joko”. Semua update tersebut dilaporkan secara langsung oleh tim sukses dan Joko Anwar sendiri via Twitter. Saya mencatat hal ini sebagai Reality Twitter (Naked) Show pertama di Indonesia. Kayaknya, Twitter Award of The Year harus diberikan kepada Joko Anwar and his team. Dan saking hebohnya, Circle K sempat menduduki trending topics peringkat pertama di Twitter. I think, Circle K must give him a royalty.

Tepat pukul 00.30 WIB dini hari (23/9/2009), Joko Anwar membuat sejarah sebagai orang waras pertama (di dunia?) yang masuk Circle K dengan bugil tanpa sehelai benang pun. Sempat membuat shock pegawai Circle K, aksi itu tergolong cukup sukses, meskipun menurut beberapa sumber sempat terdengar raungan sirine polisi. Selesai melakukan aksinya, Joko and his team langsung cabut, dan ini adalah tweet pertama yang dipostingnya: "A promise is a promise, Mr. Politicians! . :) ," sambil menuliskan alamat link foto bugilnya. Saya jadi penasaran, apakah Joko Anwar sempat membeli sesuatu di minimarket tersebut?

Terlepas dari pro dan kontra terhadap aksi “Joko Naked Nekad” ini, satu hal yang harus kita garis bawahi adalah: apa yang sudah kita janjikan harus kita tepati, sepanjang hal tersebut tidak berdosa.

Question: “Berdosakah hal yang dilakukan Joko Anwar?” Saya pribadi mengatakan: “Tidak.” Joko Anwar baru saya anggap berdosa bila dia masuk minimarket dan mengutil barang tanpa membayar. Tapi, kita semua tahu, dia tidak melakukan hal itu. Dia hanya sekedar masuk minimarket telanjang, membuat kaget pegawai minimarket, lalu kabur.

Jadi, apa pun kata orang, saya ucapkan selamat kepada Joko Anwar. Saya yakin dia akan semakin terkenal dan dikagumi banyak orang berkat aksi nekadnya tadi malam. Minimal, saya yang semula tidak mengenalnya, sekarang menjadi kenal dan mungkin akan menonton film-filmnya. Btw, ini adalah tweet lain dari Joko Anwar: "'Behind the Scene' on youtube soon.. Hahahaha...," tulisnya pasca aksi bugil tadi malam.
Well done, Mr. Joko Anwar!

Quiz: “Berapa panjang twit-tit Joko Anwar?”

Miyabi, Success is Passion?


Seringkali kita bilang kepada orang lain bahwa kita ingin sukses. Seringkali kita berkata bahwa kita ingin berhasil. Setiap orang yang normal pasti ingin berhasil dan sukses dalam hidupnya. Pertanyaannya, kesuksesan seperti apakah yang kita inginkan? Keberhasilan seperti apakah yang Anda semua inginkan?

Banyak orang yang bingung ketika ditanya tentang kesuksesan. Rata-rata mereka semua kebingungan mendefinisikan arti keberhasilan terhadap dirinya masing-masing. Tidak sedikit juga yang akhirnya malah mengikuti orang lain karena dirinya sendiri tidak belum punya standar yang pasti apa itu yang disebut sukses. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Minimal, mereka sudah sadar bahwa sukses bukan hanya sekedar dikejar, tapi juga harus dimaknai, meskipun masih mengikuti makna dari orang lain.

Kenapa harus kita memaknai sebuah kesuksesan? Jawabannya, karena tidak ada seorang pun yang tahu makna sukses sejati untuk kita, kecuali kita sendiri. Sukses itu sangat personal dan masing-masing berbeda makna karena setiap orang memiliki keinginan-keinginan dan impian-impian yang berbeda pula. Setiap orang memiliki minat, hasrat, dan gairah yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Minat, hasrat, dan gairah malam inilah yang akan menentukan kesuksesan kita. SUCCESS IS PASSION.

Richard Branson bisa sukses sebagai seorang entrepreneur karena dia memiliki passion yang besar terhadap bidang yang dia geluti. Dia selalu mengerjakan proyek bisnisnya dengan hasrat yang bergelora. Itulah yang membuat dia menjadi salah satu pengusaha tersukses di muka bumi ini. Baginya, bisnis adalah gairah, bisnis adalah tantangan, dan dia sangat suka menghadapi sesuatu yang menantang.

Raditya Dika juga bisa sukses sebagai penulis best-seller karena dia sangat berhasrat dengan bidang tulis-menulis. Buku-buku absurdnya semacam Kambingjantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, dan Babi Ngesot, laris manis di pasaran serta sukses menyesatkan banyak orang ke jalan yang benar. Itu semua karena kehebatannya menulis yang tumbuh dari HASRATNYA. Dan kabarnya, sebentar lagi dia bakal main film komedi dengan Miyabi a.k.a. Maria Ozawa, bintang film porno paling terkenal dari Jepang. Saya sendiri kurang tahu, apakah Miyabi bisa sukses sebagai bintang film panas karena hasratnya pada film biru?

Oleh karena itu, bila kita ingin sukses, temukan bidang-bidang yang membuat kita berminat, berhasrat, dan bergairah. Jangan takut kalau kita menjadi berbeda dengan orang lain sepanjang bidang yang kita geluti benar-benar sesuatu yang kita inginkan. Jangan juga terkekang oleh opini publik atau pendapat umum yang mengatakan bahwa sesuatu yang kita pilih tersebut adalah pekerjaan yang aneh atau tidak bermasa depan. Yang mereka semua katakan kepada kita adalah omong kosong. Bikin tuli kuping kita. Kitalah satu-satunya pilot yang berhak menentukan kemana pesawat akan diterbangkan. Pokoknya, selama tidak berdosa, LAKUKAN!

September 05, 2009

Saya Berada di Langit Ketujuh

"Saya berada di langit ketujuh,'' demikian Fisichella seperti dilansir dari PlanetF1. "Saya masih tidak memercayainya. Mimpi saya menjadi kenyataan dan saya mengucapkan terima kasih kepada Chairman Ferrari Luca di Montezemolo,'' lanjutnya.

Ya, Giancarlo Fisichella akhirnya meraih mimpinya: menjadi pembalap Scuderia Ferrari F1. Meskipun hanya berkesempatan menunggangi ‘kuda jingkrak’ sampai akhir musim ini saja (menggantikan Felipe Massa yang sedang cedera kepala karena kecelakaan), Fisico merasa sudah sangat bahagia. Selama 13 tahun berkarir di F1, ambisi terbesarnya memang membalap untuk tim merah kebanggaan Italia tersebut. Bagi setiap pembalap berkebangsaan Italia seperti dia, duduk di kokpit mobil balap Ferrari adalah suatu kebanggaan dan kehormatan besar. Inilah mimpi yang menjadi nyata.

Sebagai fans berat Ferrari dan Fisichella, baru kali ini juga saya merasa 100% menikmati F1. Ya, sejak dulu saya merasa selalu ada yang kurang bila menonton balap F1. Hal ini dikarenakan saya tifoso Ferrari tetapi tidak pernah menyukai pembalapnya. Terhitung sejak jaman Michael Schumacher, Eddie Irvine, Rubens Barrichello, Felipe Massa sampai Kimi Raikkonen, tidak ada satu pun pembalap Ferrari yang bisa menarik kekaguman saya. Agak aneh memang. Yang agak lumayan hanyalah Jean Alesi (pembalap Ferrari sebelum Schumacher).

Oleh karena itu, sisa musim balap F1 tahun ini (yang hanya menyisakan 5 seri lagi) akan benar-benar saya nikmati. Melihat Fisico melintas di sirkuit dengan mobil merah adalah momen langka yang belum tentu bisa saya saksikan tahun depan dan seterusnya. Faktor usia yang sudah 36 tahun tampaknya membuat Fisico hanya akan menjadi test-driver atau reserve-driver alias pembalap cadangan bagi Ferrari tahun depan. Apalagi, Ferrari sudah mempunyai planning (gossip-nya) untuk musim depan, yaitu: menukar Kimi Raikkonen dengan Fernando Alonso dari Renault. Yes, Felipe Massa (bila sudah pulih) akan berduet dengan Alonso, juara dunia dua kali yang (lagi-lagi) tidak begitu saya sukai. :P

Semoga di Monza pekan depan Fisi akan membalap dengan baik, meraih victory pertamanya bersama dengan Ferrari. Ya, duet Alonso-Fisico akan mengulang memori manis saat mereka di Renault musim 2005-2006 (di mana saat itu Alonso berhasil menjadi juara dunia dua kali berturut-turut). Akankah terulang tahun 2010 dengan situasi yang terbalik? Fisi yang akan menjadi juara dunia? Saat ini saya hanya bisa berandai-andai dan berkhayal. Saya rasa Fisi juga demikan. :P

September 03, 2009

Baik Saja Tidaklah Cukup…

Banyak orang tua yang memberi nasehat kepada anak-anaknya, “Nak, jadilah orang baik!” Maaf, menurut saya, nasehat itu memang tidak salah, tapi kurang tepat. Bingung ya? Saya yang menulis juga bingung, kok. Hehe..

Begini, di jaman yang sudah maju seperti sekarang ini, ‘baik’ saja tidak cukup. Banyak orang yang sudah puas dengan hanya menjadi orang ‘baik’ saja. Akhirnya mereka tidak pernah maju dan berkembang. Mereka hanya jalan di tempat. Pernah melihat hamster yang berlari di dalam kincir roda? Ya, seperti itulah mereka. Tidak pernah bergerak maju meskipun berlari sekencang-kencangnya. Berita baiknya, mereka tidak pernah mundur. Mereka hanya akan mati kelelahan. Tragis.

Well, karena saya tidak ingin menjadi hamster dan SAYA BUKAN HAMSTER, saya tidak ingin menjadi orang baik. Saya ingin menjadi orang yang LEBIH BAIK. Yes, if better is possible, good is not enough. Jika menjadi lebih baik memungkinkan, maka baik saja tidaklah cukup.

Salah satu cara untuk menjadi orang yang lebih baik adalah dengan belajar, belajar, belajar, dan belajar. Ya, jangan pernah merasa puas dan merasa pintar. Saya selalu merasa diri saya goblog dan tolol. Saya ingin selalu menjadi buah yang mentah. Dengan demikian, alam bawah sadar akan merekam bahwa saya belum terlalu baik sehingga akan memacu saya untuk terus berusaha LEBIH BAIK lagi dengan terus belajar.

Oleh karena itu, apa pun bidang yang kita geluti, buang jauh-jauh yang namanya ‘merasa sudah sempurna’. Kesempurnaan itu tidak nyata. Kesempurnaan hanya rangsangan bagi manusia untuk menjadi lebih baik lagi. Tidak ada yang sempurna di dunia ini selain KETIDAKSEMPURNAAN dan TUHAN.

Teruslah berusaha, teruslah belajar untuk menjadi lebih baik lagi, dan jangan lupakan Tuhan. Niscaya kita akan ‘mendekati’ kesempurnaan, meskipun tidak akan pernah mencapainya.